Fingerprint System Recognition memiliki Error dalam realisasinya. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tingkat sensitivitas sebuah perangkat Fingerprint System Recognition. Penggunaan secara massal perangkat Fingerprint System Recognition membuat saat ini ada terdapat banyak produk Fingerprint System Recognition yang memiliki sensitivitas yang sangat buruk. Salah satunya yang direduksi dalam Fingerprint System Recognition ini adalah area sensor yang diperkecil. Pembatasan area sensor ini berpengaruh besar pada proses sensitivitas yang dimiliki oleh sistem. Proses pemilihan sistem pada saat ini harus menjadi prioritas terutama dalam penggunaan sistem yang membutuhkan proses security tinggi. Untuk menemukan kecocokan sebuah jari yang di scan oleh sistem terdapat variasi yang disebut intraclass variability yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah sebagai berikut (a) diplacement (perubahan posisi) atau rotasi diantara beberapa proses akuisisi (b) partial overlap, terutama pada sensor yang menggunakan area yang sempit (c) kondisi kulit, disebabkan oleh faktor temporer dan permanen (terpotong/terluka, kotor, suhu, dan sebagainya) (d) noise dari sensor (karena bekas/residu dari proses pengambilan data sebelumnya) (e) distorsi non linear, karena sifat plastisity dari kulit dan berbagai tekanan yang dilakukan pada sensor.(f) pendekatan dari proses matching yang dilakukan. (1) correlation based (2) minutiae based (3) ridge feature based
Tabel berikut menunjukkan data beberapa produk Fingerprint System Recognition yang mencakup tipe teknologi scan yang dipakai (1) multi modal (2) mono modal. Jenis sensor yang digunakan, resolusi data yang diambil dari jari, dan produsen yang mendistribusikan sistem.Baca Lebih Lanjut Rubrik Teknologi








